Fikih Kurban

بسم الله الرحمن الرحيم

 *FIKIH KURBAN / UDHIYAH*

🌸 Definisi Kurban
Kurban adalah hewan ternak yang disembelih pada hari nahr (iedul adha) dan hari-hari Tasyri’ yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. (Syeikh Abdul Adhim Badawi, Al-Wajiz)

🌸 Dalil Disyareatkan Kurban
Firman Allah Ta’ala:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ ﴿٢

“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” (Q.S. Al-Kautsar/108:2)

Berkurban adalah salah satu taqarrub yang utama, terutama di hari Iedul Adha, karena tidak ada ibadah yang paling dicintai Allah Ta’ala pada hari itu kecuali mengalirkan darah hewan kurban.

🌸 Hukum Kurban:
Para ulama berbeda pendapat tentang hukum kurban. Jumhur ulama berpendapat sunnah muakkadah, namun sebagian ulama berpendapat wajib, dengan dalil sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
من كان له سعة ولم يضح فلا يقربن مصلانا
Artinya: “Barang siapa yang memiliki kelapangan (harta) dan tidak menyembelih kurban maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami”. Hadits hasan riwayat Ibnu Majah.

🌸 Syarat-syarat Berkurban:
Berkurban adalah ibadah yang agung sebagaimana telah disebutkan di muka. Oleh karena itu, agar ibadah kurban diterima Allah Ta’ala, maka harus terpenuhi syarat-syaratnya.
Sebagaimana ibadah-ibadah yang lainnya, syarat diterimanya kurban secara global ada dua: yaitu Ikhlas lillahi Ta’ala dan mengikuti teladan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

🔹Tentang ikhlas sudah diketahui, yaitu kurban itu harus ditujukan untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, bukan karena riya atau pamer.

🔹Adapun meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu dapat dirinci sebagai berikut:

💐 Syarat Jenis Hewan:
Hewan yang disembelih dari jenis binatang ternak, yaitu: unta, sapi dan kambing.
Allah Ta’ala berfirman:
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَٰمِ ۗ …

“Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak…,” (Q.S. Al-Hajj/22:34)

💐 Syarat Perkongsian (Patungan):
Untuk kurban hewan unta dan sapi boleh patungan bertujuh. Adapun kambing hanya untuk satu orang saja.

💐 Syarat Minimal Usia Hewan:
– Unta berumur 5 tahun
– Sapi berumur 2 tahun
– Kambing berumur 1 tahun, kecuali domba boleh berumur setengah tahun.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
” لا تذبحوا إلا مسنة إلا أن تعسر عليكم فتذبحوا جذعة من الضأن ” . رواه مسلم .

“Janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah, namun jika kalian sulit mendapatkannya maka sembelihlah jadza’ah dari kambing”. (HR. Muslim)
Musinnah adalah tsaniyah ke atas (usia satu tahun), jadza’ah adalah di bawahnya. (Syeikh Shalih Al-Munajid)

💐 Syarat-syarat Kondisi Hewan Kurban:
Karena hewan kurban ini adalah persembahan ibada kepada Allah Ta’ala, maka hendaknya hewan yang bagus dan tidak memiliki kekurangan/aib berikut ini:
1⃣ Buta matanya
Hewan yang buta matanya merupakan aib, karena hewan yang buta tidak bisa mengikuti jalan dengan baik. Jika ada warna titik putih di mata hewan dan masih bisa melihat maka sah.
2⃣ Sakit yang jelas.
Hewan yang sakit tidak sah dijadikan kurban, karena akan membuat dagingnya rusak atau tidak segar. Demikian pula sakit gatal atau gudik karena akan membuat rusak kulit dan daging hewan.
3⃣ Pincang yang jelas.
Pincang juga merupakan aib bagi hewan, karena hewan yang pincang tidak akan bisa berjalan dengan baik.
4⃣ Hewan yang sangat tua.
Hewan yang tua sekali juga tidak sah untuk kurban, karena dagingnya yang keras dan tidak ada sumsum di tulangnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda menjelaskan kondisi hewan yang tidak sah dijadikan kurban:
” أربعاً : العرجاء البين ظلعها ، والعوراء البين عورها ، والمريضة البين مرضها ، والعجفاء التي لا تنقى “. رواه مالك في الموطأ من حديث البراء بن عازب

“Empat hal: pincang yang jelas, yang buta sebelah, sakit yang jelas sakitnya, yang sangat kurus”. (HR. Malik di dalam “Muwatha’ “ dari hadits al Barra’ bin ‘Azib.
5⃣Putus telinga hewan atau berlubang
6⃣ Putus ekor hewan
7⃣ Tanggal dua gigi hewan
Namun sebagian ulama berpendapat poin 5-7 hukumnya makhruh hewan ini dijadikan hewan kurban. wallahu a’lam
💐 Syarat Kepemilikan Hewan:
Hewan yang akan disembelih untuk kurban harus milik shahibul kurban secara sah, yaitu dengan didapatkan dari jalan yang halal, bukan hasil curian atau tipuan. Karena ibadah kurban itu adalah untuk Allah Ta’ala, sedangkan Allah Ta’ala tidak akan menerimanya kecuali yang baik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إن الله طيب لا يقبل إلا طيبا
Artinya: Sesungguhnya Allah itu Maha baik/bagus, tidak menerima kecuali yang baik. (HR. Muslim).

💐 Syarat Waktu Penyembelihan:
Waktu sah menyembelih kurban adalah hari nahr/Iedul Adha yaitu tanggal 10 Dzulhijjah sesudah shalat Iedul Adha dan hari-hari Tasyri’ yaitu tanggal 11-13 Dzulhijjah.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

” من ذبح قبل الصلاة فإنما هو لحم قدمه لأهله وليس من النسك في شيء “.

“Barang siapa yang berkurban sebelum shalat, maka sembelihannya menjadi makanan untuk keluarganya dan bukan ibadah (kurban) sama sekali”.

💐 Syarat Menyembelih:
1⃣ Penyembelihnya disunnahkan shahibul kurban, dan boleh diwakilkan orang lain yang muslim.
2⃣ Harus terpotong tiga urat dari empat urat di leher: dua urat samping dan jalan makanan dan atau jalan nafas. (Syeikh Ibnu Al-Utsaimin)

Demikian Penjelasan singkat tentang fikih kurban, semoga bermanfaat. wallahu a’lam.

Referensi:
– Majalis ‘Asyri Dzil Hijjah
– Tuhfatul Kiram Syarh Bulughul Maram
– Al-Wajiz Fi Fiqhissunnah Walkitabil Aziz
– dll

Penulis : Ustadz Agus Santoso, Lc., S.Pd.I., M.P.I حفظه الله تعالى

Leave a Comment