Ketika Najis Merubah Sifat Air

 – وَعَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ – صلى الله عليه وسلم: «إِنَّ الْمَاءَ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ, إِلَّا مَا غَلَبَ عَلَى رِيحِهِ وَطَعْمِهِ, وَلَوْنِهِ». أَخْرَجَهُ ابْنُ مَاجَهْ  وَضَعَّفَهُ أَبُو حَاتِمٍ.

Dari Abu Umamah al Bahiliy berkata,Rasulullah bersabda: “ Sesungguhnya air tidaklah menajiskannya sesuatupun kecuali  sesuatu yang mengalahkan bau,rasa dan warnanya”.

Telah mengeluarkannya Ibnu Majah dan dilemahkan oleh Ibnu Abi Hatim

————————————————————————————————————-

1.Takhrij Hadits:

Telah meriwayatkannya imam Ibnu Majah [521],al Baihaqiy  dalam sunan al kubra [1/259], ad Daruquthniy [1/28 – 29].

Berkata imam an Nawawiy dalam Majmu’ syarh al Muhadzab: “Dha’if, tidak sah berhujjah dengannya “ [1/110]

Berkata Ibnu Mulaqin dalam al Badru al Munir : “Kesimpulannya, pengecualian tersebut adalah dha’if  tidaklah halal berhujjah dengannya, karena berkisar antara dha’if dan mursal”[2/83]

Berkata al Bushiriy dalam  misbah al zujajah: Ini sanad yang ada di dalamnya Risydin sedangkan ia adalah perawi yang dha’if dan juga diperselisihkan [1/131]

Berkata az Zaila’iy dalam Nashbur Rayah: Hadits ini dha’if karena di dalamnya terdapat Risydin dan ia telah dicacat oleh an Nasa’iy,Ibnu Hibban,Abu Hatim

[1/94] [[Lihat lebih lanjut  Khulashatul kalam:1/15-17 karya syaikh Khalid Dhaifullah as Silahiy]

Berkata syaikh Shubhi Hasan Halaq: Hadits tersebut dengan pengecualian ini adalah dha’if ,adapun ucapan  “ Sesungguhnya air tidaklah menajiskannya sesuatupun kecuali  “ adalah shahih, berasal dari riwayat Abu Sa’id di no:2 –dari bulughul maram- [Tahqiq dan Takhrij subulus salam:1/105/dicetak bersama subulus salam]

Dan telah mendha’ifkannya syaikh  al Baniy dalam dha’if jami’ shaghir [5899]

Berkata syaikh Samir  az Zuhairiy: Ia hadits yang dha’if karena lemahnya Risydin dan sanadnya-pun goncang [Tahqiq dan Takhrij Bulughul Maram:8/dicetak bersama bulughul maram]

 

2.Faedah dan Kandungan Hukum:

Berkata imam an Nawawiy dalam al Khulashah: Hadits ini awalnya shahih tetapi pengecualian yang terdapat di dalamnya adalah dha’if [1/69]

Berkata imam al Baihaqiy: Hadits tersebut tidaklah shahih, namun kami tidaklah mengetahui perselisihan tentang najisnya air apabila berubah karena najis [1/260]

Berkata Ibnu Mundzir:

أَجْمَعَ الْعُلَمَاءُ عَلَى أَنَّ الْمَاءَ الْقَلِيلَ وَالْكَثِيرَ إذَا وَقَعَتْ فِيهِ نَجَاسَةٌ فَغَيَّرَتْ لَهُ طَعْمًا أَوْ لَوْنًا أَوْ رِيحًا فَهُوَ نَجِسٌ

Para ulama’  telah sepakat atas bahwasanya air sedikit ataupun banyak apabila kejatuhan najis dan merubah rasa,warna dan baunya, maka ia najis [al Ijma’:33 dan telah menukilnya ash Shan’aniy dalam subulus salam:1/24]

Wallahu a’lam bi ash shawab

Diselesaikan tulisan singkat  ini oleh hamba Allah

Abu Qushaiy al Anwar

Di  Ma’had Jamillurrahman

Bantul – Yogyakarta

                                                                       

 

Leave a Comment