Haramnya Fatwa Tanpa Ilmu

Permasalahan-permasalahan di dalam kehidupan dunia ini sangatlah banyak jumlahnya, dan setiap orang yang berbeda kondisi, berbeda-beda pula permasalahan yang dihadapi. Kebanyakan orang tidak bisa memecahkan masalah yang dihadapi, mereka butuh pendapat orang, sebagai penunjuk arah menuju jalan keluar yang hendak dicapai. Dia membutuhkan seorang alim atau ahli fatwa untuk membantunya.

Sebagaimana perintah Allah Ta’ala:
…فَسْـَٔلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“…maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui.”
(Q.S. Al-Anbiya, 21:7)

Dalam berfatwa tidak semudah membalikkan tangan, butuh ilmu yang luas, terutama ilmu-ilmu alat dan penunjang. Apalagi fatwa permasalahan agama, permasalahan dunia saja, jika seseorang salah menjawab pertanyaan, maka akibatnya akan fatal; sesat dan meyesatkan; Sebagai contoh saja orang yang kebingungan arah yang berada di persimpangan jalan, dia bertanya kepada seseorang, lalu dijawab dengan ngawur, maka dia akan tersesat dan tidak sampai tempat tujuannya. Terlebih lagi urusan agama, jika dijawab dengan ngawur, maka akan membahayakan dirinya di dunia dan di akherat.

Seorang yang berfatwa hendaknya memiliki ilmu yang luas, apalagi jenis pertanyaannya bermacam-macam. Jika dalam permasalahan fikih, maka seorang ahli fatwa harus menguasai Nash-nash Al-Ahkam dan ilmu alat, seperti Ushul Fikih; Dalalatul Alfazh, Qiyas, Nasikh Mansyukh, Ijma, Metode Tarjih,…, Maqashid Asy-Syariah, Qawaidh Al-Fihiyyah, Metode Fatwa, Ushul Hadits, dll.

Juga termasuk di dalamnya menyebarkan tulisan yang salah, penulis dan penyebarnya akan dimintai pertanggung jawaban di akherat. Oleh karena itu, seorang muslim harus bisa memilih dan memilah tulisan yang akan dishare, dan tidak gegabah menulis tulisan atau berfatwa kecuali atas dasar ilmu dan berkompetensi di bidangnya.
Cukuplah sebagai perhatian dan peringatan firman Allah Ta’ala:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akandiminta pertanggungjawabannya.” (Q.S. Al-Isra’ : 36)

Wallahu a’lam

Penulis : Ustadz Agus Santoso

Leave a Comment