Beberapa Prinsip Dakwah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Dakwah adalah menyeru dan mengajak

Ahlussunnah adalah orang-orang yang selalu siap menerima, mengikuti dan memegang teguh sunnah

Al Jama’ah adalah orang-orang yang selalu siap menerima,mengikuti&memegang teguh kebenaran.


Allah berfirman didalam Al Qur-an, surat Yusuf ayat : 108 :
قل هذه سبيلي أدعو الى الله على بصيرة أنا ومن اتبعتي وسبحان الله وما أنا من المشركين.
” Katakanlah olehmu: ini adalah jalanku (sunnahku&da’wahku) yaitu menyeru kepada Allah di atas bashiiroh (ilmu,hujjah&keyaqinan),begitu juga siapa saja yg mengikutiku, dan maha suci Allah,serta aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik.”

Maka dari ayat yang mulia ini disebutkan beberapa prinsip da’wah ahlussunnah wal jama’ah yang membedakan dg dakwah-dakwah lain yang bukan ahlussunnah wal jama’ah…diantaranya :

1.DALAM KATA-KATA (أدعو إلى الله ) “AKU MENYERU, MENGAJAK, BERDAKWAH KPD ALLAH.”
MAKA BERDA’WAH MENYERUNYA KPD ALLAH DAN JALANNYA ALLAH sebagaimana dalam ayat yang lainnya surat An Nahl ayat : 125

( أدع إلى سبيل ربك )

” ajaklah kepada jalan Rabbmu ( jalannya ALLAH) “.

Maka tersirat dlm berda’wah karena merupakan ibadah yg agung dan mulia ma’na: IKHLASH yg ini prinsip yg sangat penting dlm berda’wah…dan kadang dituntut berkorban waktu,tenaga,kadang harta ktk berda’wah ikhlas mengharap balasan pahala dari ALLOH.

2.DALAM KATA-KATA (على بصيرة)
“DI ATAS ‘ILMU,HUJJAH&KEYAQINAN”.
MAKA BERDA’WAH HARUS DILANDASI DG ILMU(PENGETAHUAN) baik MENGETAHUI(mengilmui) terhadap apa yg ia sampaikan, MENGETAHUI kaedaan orang2 yg dida’wahi dan MENGETAHUI tatacara/metode yg pas utk menda’wahi mereka. ini sebagaimana dijelaskan para ulama kita termasuk syaikh Abu ‘Abdillah Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rohimahumulloh.

3.DALAM KATA2
( ومن إتبعني)
” DAN SIAPA SAJA YG MENGIKUTIKU ”
Maka yg namanya berda’wah berusaha ittiba’ (mengikuti Rosululloh) dalam berda’wah…diantara mengikuti Rosululloh dlm berda’wah sprti (الصبر) SABAR ,kita ingat kejadian apa yg menimpa Nabi kita pd wkt menda’wahi keluarga & kerabat2 beliau juga ktk menda’wahi penduduk tho’if,namun Nabi sangat sabar menghadapinya, dan juga (الرفق و اللين) LEMAH-LEMBUT dlm menda’wahi orang,kita ingat kejadian orang baduwi yg kencing disalah satu sudut masjid, bagaimana lembutnya Nabi kita menda’wahi dia,sampai baduwi tersebut berdo’a kebaikan untuk Nabi kita.Demikian juga (الأخلاق الكريمة) AKHLAQ YG MULIA,Maka didalam berda’wah seseorang hendaklah menghiasi dirinya dgn akhlaq yg mulia,mengikuti akhlaq Nabi yg mulia yg dipuji oleh ALLOH dlm surat Al Qolam ayat : 4

وإنك لعلى خلق عظيم
“Dan sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) benar2 mempunyai akhlaq yg agung(mulia).

4.DALAM KATA2
(و سبحان الله)
” DAN MAHA SUCI ALLOH “.
Maka seseorang yg berda’wah kpd ALLOH dan mengajak menempuh jalan ALLOH harus nmembersihkan & mensucikan ALLOH dari segala aib,cacat dan kekurangan serta hal2 yg tidak pantas untuk ALLOH…ALLOH harus disucikan dari hal2 yg tidak layak bagi-NYA…termasuk dari syirik (sekutu & tandingan) karena ALLOH adalah sbgaimana disebutkan dlm surat Asy Syuro ayat yg ke 11 :

ليس كمثله شيء

” Tidak ada sesuatu apapun yang semitsal ( yg menyamai-NYA).”

Sebaliknya kita harus menetapkan bagi ALLOH shifat2 keagungan,kemuliaan dan kesempurnaan. Maka ahlussunnah wa aljama’ah dalam berda’wah berusaha التصفية و التربية
TASHFIYAH DAN TARBIYAH.

5.DALAM KATA-KATA
(وما أنا من المشركين)
” DAN BUKANLAH AKU TERMASUK ORANG2 YG MUSYRIK.”
Maka da’wah ahlussunnah wa aljama’ah mempunyai prinsip bukan saja membersihkan diri dan mengingkari kesyirikan, tapi berusaha berlepas diri dari orang-orang yg berbuat kesyirikan ,yg demikian itu supaya terhindar dari murka dan adzab dari ALLOH…Ini sebagaimana yg dilakukan oleh kholiilulloh nabi Ibrohim ‘alaihissalaam.

Semoga bermanfa’at bagi yg menulis dan membacanya…amiin..
ditulis oleh yg selalu membutuhkan ampunan ALLOH…

Ust. Arifin Ridin, Lc

Leave a Comment